Labels

Pages

Minggu, 03 Juni 2012

Manusia, Keragaman dan Kesederajatan


Manusia, Keragaman dan Kesederajatan
                                                               
A.     MAKNA KERAGAMAN DAN KESEDERAJATAN
1.      Makna keragaman
Keragaman adalah suatu kondisi dalam masyarakat dimana terdapat perbedaan-perbedaan dalam berbagai bidang, terutama suku bangsa dan ras, agama dan keyakinan, ideologi, adat kesopanan serta situasi ekonomi.
2.      Makan Kesederajatan
Kesederajatan adalah suatu kondisi dimana dalam perbedaan dan keragaman yang ada manusia tetap memiliki satu kedudukan yang sama dan satu tingkatan hierarki.
B.     UNSUR-UNSUR KERAGAMAN DALAM MASYARAKAT INDONESIA
1.      Suku bangsa dan ras
Suku bangsa yang
menempati wilayah Indonesia dari sabang sampai Merauke sangat beragam. Sedangkan perbedaan ras muncul karena adanya pengelompokan besar manusia yang memiliki ciri-ciri biologis lahiriah yang sama.
2.      Agama dan keyakinan
Agama mengandung arti ikatan yang harus dipegang dan dipatuhi manusia. Masalah agama tak akan mungkin dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat. Dalam praktiknya fungsi agama dalam masyarakat adalah fungsi edukatif, penyelamat, perdamaian, social control, pemupuk rasa solidaritas, transformatif, kreatif dan sublimatif. pada dasarnya agama dan keyakinan merupakan unsur penting dalam keragaman bangsa Indonesia. Hal ini terlihat dari banyaknya agama yang diakui di Indonesia.
3.      Ideologi dan politik
Ideologi ialah suatu istilah umum bagi sebuah gagasan yang berpengaruh kuat terhadap tingkah laku dalam situasi khusus karena merupakan kaitan antara tindakan dan kepercayaan yang fundamental. Politik mencakup baik konflik antara individu-individu dan kelompok untuk memperoleh kekuasaan, yang digunakan oleh pemenang bagi keuntungannya sendiri atas kerugian dari yang ditaklukkan. Politik juga bemakna usaha untuk menegakkan ketertiban sosial.
Keragaman masyarakat indonesia dalam ideologi dan politik dapat dilihat dari banyaknya partai politik sejak berakhirnya orde lama. Meskipun pada dasarnya Indonesia hanya mengakui satu ideologi, yaitu pancasila yang benar-benar mencerminkan kepribadian bangsa Indonesia.
4.      Tata krama
Tata krama yang dianggap dari Bahasa Jawa yang berarti “adat sopan santun, basa-basi”, dibentuk dan dikembangkan. Indonesia memiliki beragam suku bangsa dimana setiap suku bangsa memiliki adat tersendiri meskipun karena adanya sosialisasi nilai-nilai dan norma secara turun-temurun dan berkesinambungan dari generasi ke generasi menyebabkan suatu masyarakat yang ada dalam suatu suku bangsa yang sama akan memiliki adat dan kesopanan yang relatif sama.
5.      Kesenjangan ekonomi
Bagi sebagian negara berkembang, perekonomian akan menjadi salah satu perhatian yang terus ditingkatkan. Namun umumnya, masyarakat kita berada di golongan tingkat ekonomi menengah ke bawah. Hal ini tentu saja menjadi sebuah pemicu adanya kesenjangan yang tak dapat dihindar lagi.
6.      Kesenjangan sosial
Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat yang majemuk dengan bermacam tingkat, pangkat dan strata sosial yang hierarkis. Hal ini dapat terlihat dan dirasakan dengan jelas dengan adanya penggolongan orang berdasarkan kasta.
Hal inilah yang dapat menimbulkan kesenjangan sosial yang tidak saja dapat menyakitkan, namun juga membahayakan bagi kerukunan masyarakat. tak hanya itu bahkan bisa menjadi sebuah pemicu perang antar etnis atau suku.

C. PENGARUH KERAGAMAN TERHADAP KEHIDUPAN BERAGAMA, BERMASYARAKAT, BERNEGARA DAN KEHIDUPAN GLOBAL

            Manusia secara kodrat diciptakan sebagai mahluk yang mengusung nilai harmoni. Perbedaan yang mewujud baik secara fisik maupun mental, sebenarnya merupakan kehendak tuhan yang seharusnya dijadikan sebagai sebuah potensi untuk menciptakan sebuah kehidupan yang menjunjung tinggi toleransi. Dikehidupan sehari-hari, kebudayaan suku bangsa dan kebudayaan agama, bersama-sama dengan pedomana kehidupan berbangsa dan bernegara mewarisi perilaku dan kegiatan kita.
Berbagai kebudayaan itu beriringan saling melengkapi. Bahkan mampu saling menyesuaikan dalam kehidupan sehari-hari. Tetapi sering kali yang terjadi malah sebaliknya. Perbedaan tersebut menciptakan ketegangan kehidupan antar anggota masyarakat. hal ini disebabkan oleh sifat dasar yang selalu dimiliki oleh masyarakat majemuk. Sebagaimana dijelaskan oleh van de berghe :
1.      terjadinya segmentasi kedalam kelompok-kelompok
2.      memiliki struktur sosial yg terbagi-bagi
3.      Kurang mengembangkan konsensus
4.      sering terjadi konflik
5.      integrasi sosial tumbuh diatas paksaan dan saling ketergantungan dlm bidang ekonomi
6.      Adanya dominasi politik
Jika keterbukaan dan kedewasaan sikap dikesampingkan, besar kemungkinan tercipta masalah yang dapat menggoyahkan persatuan dan kesatuan bangsa :
1.      Disharmonisasi
2.      Perilaku diskriminatif
3.      eksklusivisme
Hal yang dapat dilakukan untuk memperkecil masalah yang diakibatkan oleh pengaruh negatif dari keragaman adalah :
1.      Semangat religius
  1. Semangat nasionalisme
  2. Semangat pluralisme
  3. Semangat humanisme
  4. Dialog antar umat beragama
  5. Membangun pola komunikasi

D.      PROBLEMATIKA DISKRIMINASI
Diskriminasi adalah suatu tindakan yang melakukan pembedaan terhadap seseorang atau sekelompok orang berdasarkan ras, agama, suku, etnis, kelompok, golongan status dan kelas sosial-ekonomi, jenis kelamin, kondisi fisik tubuh, usia, orientasi sosial, pandangan ideologi dan politik serta batas negara dan kebangsaan seseorang. Tuntutan atas kesamaan hak bagi setiap manusia didasarkan atas prinsip-prinsip hak asasi manusia (HAM). Sifat dari HAM adalah universal dan tanpa pengacualian, tidak dapat dipisahkan dan saling tergantungan.
Landasan hukum yang mendasari prinsip non-diskeriminasi di indonesia adalah pasal 281 ayat (2) UUD 1945 dan Pasal 3 UU No. 30 tahun 1999 tentang HAM. Pencantuman prinsip ini pada awal pasal dan instrumen hukum yang mengatur HAM pada dasarnya menunujukkan bahwa diskriminasi telah menjadi sebuah realitas problematik sehinga :
1.        Komunitas internasional telah mengakui bahwa diskriminasi masih terjadi di bebagai belahan dunia.
2.        Prinsip nondiskriminasi harus mengawali kesepakatan antarbangas untuk dapat hidup dalam kebebasan, keadilan, dan perdamaian
Dalam demokrasi, dikriminasi seharusnya ditiadakan dengan adanya kesetaraan dalam bidang hukum akan tetapi kondisi di indonesia saat ini belum mencerminkan penerapan asas persamaan di muka hukum secara utuh.
Pada dasarnya diskriminasi tedak terjadi begitu saja, akan tetapi karena adanya beberapa faktor penyebabn antara lain adalah :
1.        Persaingan yang semakin berat dalam berbagai bidang kehidupan terutama ekonomi.
2.        Tekanan dan intimidasi biasanya dilakukan oleh kelompok yang dominana terhadpa kelompok atau golongan yang lebih lemah.
3.        Ketidakberdayaan golongan miskin akan intimidasi yang mereka dapatkan mmembuat mereka terus terpuruk dan menjadi korban diskriminasi.
Problematika lainnya yang timbul dan harus diwaspadai adalah adanya disintegrasi bangsa. Ada enam faktor utama yang secara gradual bisa menjadi penyebab utama proses itu yaitu :
1.        Kegagalan pemimpin
Keutuhan wilayah negara amat ditentukan oleh kemapuan para pemimpin dana masyarakat warga negara memelihara komitmen kebersamaan sebagai suatu bangsa.
2.        Krisis ekonomi yang akut yang berlangsung lama
Krisis di sektor ini dapat mengawali krisis dalam bidang lainnya seperti politik pemerintahan, hukum dan sosial
3.        Krisis politik
Krisis ekonomi merupakan perpecahan elit di tingkat nasional, sehingga menyulitkan lahirnya kebijakan urtuh dalam mengatasi krisis ekonomi. Hal ini megakibatkan kepemimpinan nasional semakin tidak efektif.
4.        Krisis social
Krisis sosial dimulai dari disharmonisasi dan bermuara pada meletusnya konflik kekerasan diantara kelompok-kelompok masyarakat (suku, agama, ras)
5.        Demoralisasi tentara dan polisi
Demoralisasi tentara dan polisi dalam bentuk pupusnya keyakinan mereka atas makna pelaksanaan tugas dan tanggungjawab sebagai bayangkari negara.
6.        Intervensi asing
Intervensi internasional yang bertujuan memecah belah, seraya mengambil keuntungan dari perpecahna itu melalui dominasi pengaruh terhadap kebijakan politik ekonomi negara-negara baru pasca disintegrasi.
Salah satu hal yang dapat dijadikan solusi adalah bhineka tunggal ika yang merupakan ungkapan yang menggambarkan masyarakat indonesia yang “majemuk” atau heterogen. Terciptanya “tunggal ika” dalam masyarakat yang “bhineka”  dapat diwujudakan melalui “integrasi kebudayaan” atau “integrasi nasional”.
1.      Manusia beradab dalam keragaman
Hubungan atara kebudayaan dengan peradaban sangat erat. Peradapan adalah salah satu perwujudan kebudayaan yang bernilai tinggi, indah, dan harmonis yang mencerminkan tingkat kebudayaan masyarakat yang bersangkutan. Dalam relitas kehidupan keragaman telah meluas dalam wujud perbedaan status, kondisi ekonomi, relasi, sosial, dan sampai cita-cita perseorangan maupun kelompok tanpa dilandasi sikap arif maka perbedaan maka akan meyebabkan konflik,
Dalam hal ini maka terdapat teori yang menunjukkan penyebab konflik di tengah masyarakat antara lain :
a.         Teori hubungan masyarakat
b.        Teori identitas
c.         Teori kesalahpahaman antarbudaya
d.        Teori transformasi
Keragaman budaya dapat mengakibatkan munculnya persoalan gesekan antar budaya, yang mempengaruhi dinamika kehidupan masyarakat, oleh sebab itu manusia yang berdap harus bersikap terbuka dalam melihat semua perbedaan dalam keragaman yang ada, menjunjung tinggi nilai-nilai kesopanan dan tidak menjadikan keragaman sebagai kekayaan bangsa, alat pengikat persatuan seluruh masyarakat dalam kebudayaan yang beraneka ragam.

Faktor-Faktor Terjadinya Perubahan Sosial-Budaya
1.        Faktor yang berasal dari luar masyarakat
a.         Akulturasi
Alkuturasi berarti kebudayaan tertentu yang dihadapkan pada unsur kebudayaan asing sefingga unsur kebudayaan asing tersebut melebur dengan kebudayaan sendiri akan tetapi tidak menyebabkan hilangnya kebudayaan pribadi.
b.        Difusi
Difusi adalah penyebaran unsur-unsur kebudayaan dari suatu tempat ke tempat lain, sedikit demi sedikit.
c.         Penetrasi
Penetrasi adalah masuknya unsur-unsur kebudayaan asing secara terpaksa, sehingga merusak kebudayaan bangsa yang didatangi penetrasi tersebut.
d.        Invansi
Invasi adalah masuknya unsur-unsur kebudayaan asing ke dalam kebudayaan setempat dengan peperangan (penaklukan) bangsa asing terhadap bangsa lain.
e.         Asimilasi
Asimilasi adalah proses penyesuaian seseorang atau kelompok orang asing terhadap kebudayaan setempat.
f.         Hibridisasi
Hibridisasi adalah perubahan kebudayaan yang disebabkan oleh perkawinan campuran antara orang asing dengan penduduk setempat.
g.        Milenarisasi
Milenarisasi merupakan salah satu bentuk gerakan kebangkitan yang berusaha mengangkat golongan masyarakat bawah yang tertindas dan telah lama menderita dalam kedudukan sosial yang rendah dan memiliki ideologo subkultural yang baru.

2.        Perubahan Yang Terjadi Karena Pengaruh Dari Dalam
a.         Sistem pendidika yang maju.
·      Inovasi
·      Discovery
·      Invention
·      Elkulturasi
b.        Menghargai hasil karya orang lain.
c.         Adanya keterbukaan di dalam masyarakat.
d.        Adanya toleransi terhadap perbuatan-perbuatan yang menyimpang (deviation).
e.         Penduduk yang heterogen.

0 komentar:

Poskan Komentar

Fish